keislaman

Bacaan Sujud Sahwi: Penyebab, Tata Cara, dan Waktunya

Written by admin · 3 min read >
sujud sahwi

Santri asyik – Salah satu kewajiban kita sebagai Umat Islam adalah Sholat. Didalam sholat ada beberapa gerakan yang dilakukan. Tidak sembarangan melakukan gerakan sholat. Namun yang namanya manusia tak luput dari sifat lupa.

Kadangkala ketika kita sedang melakukan sholat, terus fikiran tidak fokus melakukan gerakan sholat. Akhirnya lupa dan bertanya kepada diri sendiri “sudah rakaat keberapa ya?”. Oleh karena itu ada yang namanya sujud sahwi. Berikut ini pengertian dari sujud sahwi, dan paparan mengenai tata cara melakukannya. Lalu menerangkan mengenai kapan sujud sahwi dilakukan. Dalam artikel ini penulis coba menjelaskan hal-hal yang tadi akan dijelaskan.

 

Pengertian Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan diakhir sholat atau setelahnya karena lupa atau ada kekurangan didalam sholat. Seperti yang kita tahu, seringkali kita ragu-ragu jumlah rakaat sholat yang sudah kita lakukan.

Kata ‘sahwi’ bisa diartikan yaitu ‘lupa’. Olehkarena itu ketika kita lupa dalam gerakan sholat, kita bisa menggantinya dengan melakukan sujud sahwi.

 

Penyebab Terjadinya Sujud Sahwi

Setelah kita mengetahui mengenai pengertian dari sujud sahwi, lantas apakah yang menyebabkan kita melakukan sujud tersebut. Maksud dari kata lupa ini bagaimana?

Berikut ini penyebab atau alasan kita melakukan sujud sahwi diantaranya:

 

1. Ragu sudah qunut atau belum

Sebagai warga nahdliyin, ketika kita melakukan sholat subuh. Ada doa qunut disana. Apa itu sunnah ab’ad? Sunnah ab’ad adalah sunnah yang dianjurkan ketika melakukan sholat, apabila sunnah ab’ad ini ditinggalkan maka bisa digantikan dengan melakukan sujud sahwi.

Nah ketika kita ragu sudah melakukan qunut atau belum maka kita disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

 

2. Berlebih dalam sholat

Ibnu Mas’ud Meriwayatkan: Rasulullah Saw Pernah Melakukan Salat Zuhur Bersama Para Sahabat Sebanyak Lima Rakaat.

Para Sahabat Bertanya: “apakah Engkau Telah Menambah Rakaat Dalam Salat Ini? Baginda Menjawab: ‘apa Maksud Kalian?’

Para Sahabat Menjawab, ‘engkau Telah Salat Lima Rakaat’ Lalu Rasulullah Memperbaiki Duduk Beliau (duduk Iftirasy Pada Tahiyyat Akhir) Sambil Menghadap Kiblat, Kemudian Melakukan Sujud Sebanyak Dua Kali, Kemudian Beliau Pun Mengucap Salam.”

(hr. Bukhari Dan Muslim).

 

3. Kekurangan jumlah rakaat dalam sholat

Dalam hadits riwayat Tarmidzi dan Ibnu Majah: “jika salah seorang dari kalian merasa ragu dalam salatnya hingga tidak tahu satu rakaat atau dua rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaknya ia hitung satu rakaat. jika tidak tahu dua atau tiga rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung dua rakaat. dan jika tidak tahu tiga atau empat rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung tiga rakaat. setelah itu sujud dua kali sebelum salam.”

 

4. Lupa duduk membaca tasyahud Awal

Tak luput juga penulis kerap kali mengalami hal seperti ini. Contohnya kelupaan dan keragu-raguan apakah sudah melakukan Tasyahud Awal atau belum…

Biasanya ketika terjadi seperti ini pasti diiringi dengan keraguan jumlah rakaat keberapa yang sudah dikerjakan. Dalam hal seperti ini pula kita bisa melakukan sujud sahwi.

 

5. Pada saat meninggalkan sunnah ab’ad

Didalam sholat ada yang namanya sunnah ab’ad. Sunnah ab’ad ini diantaranya: sholawat pada Nabi saat tahiyyat, sholawat pada keluarga Nabi saat Tahiyyat Akhir, duduk tasyahud awal,  dan qunut. Ketika meninggalkan salah satu dari sunnah ab’ad itu disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

 

6. Lupa melakukan sesuatu yang membatalkan sholat bila dilakukan dengan sengaja

Seperti Seseorang Lupa Memperpanjang Bacaan Dalam I’tidal Dan Duduk Di Antara Dua Sujud. Sebab Dua Rukun Ini Tergolong Rukun Qashir Yang Tidak Boleh Dipanjangkan.

 

إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان

Artinya: “ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan.”
(HR. Abu daud)

 

Tata Cara Sujud Sahwi dan Waktu Ketika Sujud Sahwi

Setelah kita tahu hal-hal yang menyebabkan kita dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi, sekarang penulis mencoba memberikan gambaran tata cara sujud sahwi dan waktu melakukan sujud sahwi, yaitu:

  1. Sujud sahwi dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sujud sebelum salam. Namun demikian sujud sahwi juga bisa dilakukan diluar sholat, artinya setelah salam.
  2. Sujud sahwi dilakukan seperti sujud biasa dalam sholat.

 

Bacaaan Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi ini sama dengan bacaan sujud pada umumnya, yakni:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi

Artinya: “maha suci rabb-ku yang maha tinggi, dan memujilah aku kepada-nya.”

 

Sebagian ulama juga menambahkan dengan menyunahkan membaca lafal berikut:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
subhana man laa yanaamu wa laa yas-huu

Artinya: “maha suci dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa.”

 

Kesimpulan

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan ketika kita lupa ataupun ragu didalam sholat. Ada beberapa peyebab diantaranya: meninggalkan sunnah ab’ad, lupa melakukan sesuatu yang membatalkan shalat bila dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) bukan pada tempatnya, ragu dalam hal meninggalkan sunnah ab’ad, melakukan perbuatan yang berkemungkinan tergolong sebagai tambahan. 5 penyebab ini dijelaskan dalan kitab Hasyiyah Al-Bujairami.

Sujud sahwi ini dilakukan sebelum salam, artinya didalam sholat, atau bisa juga ketika kita selesai melaksanakan sholat dan sadar ada beberapa hal yang lupa dilaksanakan didalam sholat, maka kita dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi, meskipun diluar sholat /atau selesai sholat.

Sujud sahwi ini statusnya adalah sunnah muakkad, artinya kesunnahan yang sangat dianjurkan. Tidak lantas ketika kita tidak melakukan sujud sahwi saat ragu atau lupa didalam sholat, menjadikan sholat kita batal. Sebab sujud sahwi ini adalah kesunnahan bukan sesuatu yang menjadi kewajiban.

 

Wallahu’alam

Written by admin
Share The Voice Of Santri Nusantara Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *